Wednesday, 22 April 2015

Ashitaba/Seledri Jepang (Angelica Keiske Koidzumi). Sayur Super dari Jepang


APA ITU ASHITABA

Ashitaba/Anjelica adalah tanaman asli dari Jepang dikenal sebagai “Harta Karun” dan “Raja Sayur Mayur”. Menurut sejarah orang Jepang Ashitaba merupakan tanaman untuk panjang umur yang dulu dicari-cari oleh kaisar pertama Cina dari Dinasti Chin. Pada masa-masa jaman edo, Hachi Jo Islan Ashitaba juga dikenal sebagai jamu-jamuan Umur Panjang. Karena daya hidupnya yang kuat, bila dipetik daunnya hari ini maka daun muda yang baru akan bertunas esok harinya. Ashitaba masih satu family dengan seledri dan masih sejenis (satu genus) dengan Angelica sinensis (China angelica atau orang cina menyebut Dong Quai). Herbal ini telah dimanfaatkan oleh bangsa Cina Tiongkok sejak 2000 tahun lalu sebagai herbal tradisional ( traditional Chinese medicine ) untuk meningkatkan energi tubuh dengan menyuplai nutrisi penting dalam darah dan memperbaiki sirkulasi darah. Ashitaba mempunyai cairan pekat berwarna kuning pada batangnya yang mengandung chalcone.


Berdasarkan hasil penelitian dr. Okuyama dari Tokyo Meiji University of Pharmacy, ashitaba dapat mengobati :
a. penyakit hati,
b. kanker paru
c. kanker kulit.
d. glukoma,mata minus plus dan katarak

Penelitian dari dr. Yoshiko Inamoro dari Osaka University of Pharmacy, menyimpulkan bahwa ashitaba dapat mencegah pembekuan darah serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.
 


Ashitaba adalah sayuran hijau daun yang membersihkan, penuh nutrisi dan kaya serat, tinggi kandungan flavonoid antioksidan (chalcones) yang dapat mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas dan meningkatkan peredaran darah. Chalcones sebagai antioksidan yang aktivitasnya melebihi anggur merah, kedelai dan teh hijau.
 

Apa Itu Chalcone

Chalcone adalah cairan berwarna kuning cerah dan pekat pada ashitaba yang tidak terdapat pada tanaman sejenisnya. Menurut hasil penelitian Prof. Dr. Kimie Baba, Ph.D dari Osaka University of Pharmacy Jepang, pada chalcone terdapat dua senyawa flavonoid yaitu xantoangeol dan 4-hidrooxyricine. Senyawa inilah yang membedakan ashitaba dengan tanaman sejenisnya. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang aktif dan merupakan antioksidan yang sangat potensial melebihi the hijau dan kedelai.
Senyawa chalcone ini mampu memulihkan fungsi tubuh dan mencegah kanker, sebagai bahan dieretik dan laksatif, memperbaiki proses metabolisme tubuh sebagai antibakteri ( Inamori, et al, 1991 )

Fungsi utama dari Chalcone
  1. Sebagai antioksidan potensial, membantu melindungi organ tubuh dari kerusakan oleh radikal bebas dan memperlambat proses penuaan.
  2. Sebagai bahan detoksifikasi dengan berfungsi sebagai diuretic untuk membuang sisa racun dalam tubuh dan memperhalus gerakan usus.
  3. Membersihkan darah dan membantu melancarkan peredaran darah
  4. Mengatur kadar kolesterol
  5. Mencegah kanker
  6. Menurunkan tekanan darah
  7. Mencegah osteoporosis
  8. Mengatur gula darah
  9. Mengurangi masalah alergi
  10. Mempertajam penglihatan
  11. Memperkuat kekebalan tubuh
  12. Meningkatkan kemampuan daya ingat otak
  13. Berfungsi sebagai anti bakteri dan antivirus
  14. Mengurangi sakit otot dan sendi
  15. Membantu metabolisme
  16. Meningkatkan fungsi hati dan ginjal
  17. Meredakan rasa nyeri
  18. Mengatasi sulit tidur
  19. Membantu mengontrol berat badan
  20. Mempercantik kulit dan rambut
  21. Mengisi energi tubuh
  22. Menekan sekresi asam lambung
       
    Ketika ashitaba digunakan dalam produk kulit akan menghasilkan kulit yang lentur, bebas dari kulit berkerut. Ashitaba dapat menyembuhkan kulit mati yang menyebebakan warna kulit memudar atau pori-pori yang membesar. Ashitaba bersifat anti-bakterial dan anti-inflamasi sehingga tidak menyebabkan iritasi dan kulit memerah. Ashitaba dapat menyembuhkan luka, jerawat, goresan, gigitan serangga dan borok.

    Ashitaba dapat mencegah infeksi dan melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari. Sesuai untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif dan kombinasi. Anti jamurnya dapat bekerja pada kaki atlit dan sesuai untuk kulit. Ketika ashitaba digunakan pada produk rambut dan kulit kepala akan melembabkan dan meminyaki kulit, dapat merangsang pertumbuhan rambut yang bersinar, banyak dan kuat.

    Sebagai makanan, ashitaba terdiri dari vitamin A, B, B2, C, B12, besi dan potassium. Ashitaba termasuk dalam sayuran hijau paling populer di Jepang. Ashitaba baik untuk penglihatan, dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah, dapat mencegah kanker, memurnikan darah, detoksifier (pengeluaran racun) dan lain sebagainya.

    Ashitaba adalah lactogate dan sebagai detoksifier dapat mengeluarkan logam berat seperti merkuri, timbal dan sebagainya yang dapat ditemukan pada air susu ibu (ASI) dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ashitaba dapat memperbaiki fungsi organ, khususnya untuk hati dan ginjal. Dapat meningkatkan metabolisme untuk mengontrol berat badan dan menurunkan kadar gula darah, mempertinggi kemampuan badan untuk melawan penyakitnya sendiri.

Friday, 10 April 2015

Sayuran Mentah vs DiMasak

KOMPAS.com — Bagi sebagian orang, sayuran mentah terasa lebih nikmat ketimbang dimasak. Namun, yang lain merasa lebih aman untuk menyantapnya saat sudah dimasak. Rupanya, sejumlah sayuran ada sebaiknya disantap ketika masih segar dan ada pula yang mesti direbus terlebih dulu semata-mata demi kesehatan tubuh.

Segar memang baik, tetapi ada kalanya makanan yang dimasak lebih baik bagi sistem pencernaan. Menurut para peneliti Italia, memasak (tergantung metodenya) dapat menjaga dan kadang mendongkrak nilai nutrisi dari sayur.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa mereka yang menjalani diet ketat makanan mentah memiliki kadar likopen di bawah rata-rata.

Likopen adalah antioksidan yang memberi warna merah pada sejumlah buah dan sayur. Selain itu, likopen memiliki bahan antikanker poten dan penurun kolesterol.

Dijelaskan oleh Sharon Natoli, dietisi dari Food and Nutrition Australia, "Tomat yang dimasak terlebih dulu menjadi sumber likopen yang lebih baik daripada yang dimakan mentah."

Apa sebabnya?

"Karena proses memasak akan membantu memecah dinding sel tumbuhan, membuat nutrisi yang terkandung di dalamnya lebih mudah tersedia bagi sistem pencernaan," katanya.

Meski demikian, beberapa sumber makanan lebih baik bila dikonsumsi saat segar. Pasalnya, sejumlah nutrisi dapat rusak saat terpapar panas.

"Beberapa nutrisi, seperti vitamin C, sangat sensitif terhadap panas. Maka, semakin lama proses memasak, zat gizi kian rentan untuk rusak," imbuh Sharon, seperti dikutip Good Health.

Dengan fakta itu, Sharon pun memberi saran untuk menggabungkan sayur mentah dan dimasak supaya nilai nutrisinya menjadi optimal.

Bawang putih

Potong-potong dan diamkan terlebih dulu sebelum dimasak. Bawang putih mengandung allicin yang memiliki kemampuan melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung. Nah, memasak akan menonaktifkan enzim yang dibutuhkan untuk mendorong allicin.

Kecuali Anda suka mengunyahnya dalam kondisi mentah, peneliti AS merekomendasikan mencincangnya terlebih dulu dan mendiamkan sekitar 10 menit sebelum dimasak. Cara ini membuat enzim bekerja sebelum panas merusaknya.

Bayam

Masak dulu sebelum disantap. Bayam termasuk sayur kaya kalsium. Namun, bayam juga tinggi oksalat, yang bisa menghambat aksesibilitas kalsium. Untungnya, proses memasak dapat mengurangi kadar oksalat tersebut dan di sisi lain meningkatkan kandungan lutein.

Setengah cangkir bayam yang suclah dimasak mengandung 6,3 mg lutein, sedangkan secangkir bayam mentah hanya mengandung 3,6 mg.

Brokoli

Santap mentah atau setelah dikukus sebentar. Brokoli, seperti disebutkan pada sejumlah penelitian, mengandung sulforafane, bahan kimia yang bertindak sebagai antikanker.

Sayangnya, proses memasak yang terlalu panas akan merampas bahan kimia tersebut. Panas akan merusak enzim dalam brokoli yang disebut mirosinase.

Jagung

Dimasak, kalau bisa agak lama, sebelum dimakan. Penelitian menunjukkan, semakin lama jagung dimasak, semakin banyak kandungan antioksidannya. Dari 22 persen meningkat setelah 10 menit dipanaskan, dan hingga lebih dari dua kali lipatnya setelah 50 menit pemasakan.

Proses memasak ini akan melepaskan antioksidan spesifik dan sulit dijumpai, yaitu asam ferulik yang membantu melawan kanker. Para periset juga menjumpai peningkatan hingga 900 persen setelah dimasak lebih dari 50 menit.

Selain proses pemasakan, jagung kalengan juga memiliki kandungan antioksidan lebih baik ketimbang jagung segar.

Kubis

Makan mentah atau dimasak sebentar. Studi menunjukkan, perempuan yang mengonsumsi empat porsi atau lebih kol kubis mentah atau yang dimasak sebentar seminggu selama remaja, 72 persen lebih sedikit mengalami kanker payudara dibandingkan dengan yang hanya mengonsumsi satu atau dua porsi seminggu. Konsumsi kol selama dewasa juga memberi efek perlindungan.

Untuk mendapat efek lebih tinggi, pilih kubis ungu ketimbang kol putih. Kubis ungu memiliki aktivitas antioksidan enam kali lebih tinggi daripada yang putih kehijauan.  

Tomat

Santap usai dimasak dengan minyak zaitun. Proses memasak akan mendongkrak likopen dalam tomat. Para ahli di AS menyebutkan bahwa terpapar panas selama dua menit akan melipatgandakan jumlah likopen dalam tomat. Sementara dimasak selama satu jam akan meningkatkan kadar likopen hingga 164 persen.

Tambahan minyak zaitun akan memberi manfaat lebih. Peneliti di Melbourne, Australia, menjumpai bahwa minyak zaitun secara nyata meningkatkan jumlah likopen yang diserap selama proses pencernaan.

Satu hal yang pedu diperhatikan, sebaiknya tidak menyimpan tomat dalam kulkas. Studi di Selandia Baru menunjukkan, tomat yang disimpan pada suhu 25 derajat celsius, setelah 10 hari, mengandung likopen dua kali lebih banyak daripada yang disimpan pada suhu sekitar 7 derajat celsius.

Wortel

Santap bila sudah dimasak. Menurut penelitian di Arkansas, AS, wortel yang sudah dimasak mengandung antioksidan 34 persen lebih banyak ketimbang yangn masih mentah. Selain itu, kandungan falkarinol, komponen dengan bahan antikanker, lebih banyak.

Hal ini seperti dijelaskan pada penelitian di UK's Newcastle University, karena wortel yang sudah dimasak, komposisinya berubah. Wortel yang sudah dimasak akan kehilangan kemampuannya dalam menahan air. Akibatnya, konsentrasi falkarinol meningkat.

Saran para ahli, masak wortel dalam keadaan utuh.Trik ini akan membuat kandungan falkarinolnya 25 persen lebih banyak. (Diana Y Sari)

Friday, 13 March 2015

OKRA, Sayuran untuk mengelola diabetes


 
OKRA




REPUBLIKA.CO.ID,
Diabetes adalah salah satu penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Namun, penderitanya bisa mengontrolnya dan menjalani hidup yang sehat. 


 
OKRA

Suntikan insulin bukan satu-satunya cara mengendalikan. Ada cara alami yang bisa mengontrol kadar gula darah anda, yakni okra. Okra (Lady's Finger) adalah sayuran yang biasa ditemui pada kuliner India.

Berikut cara mengonsumsi okra untuk penderita diabetes, seperti dilansir laman Boldsky.

• Ambil dua buah okra. Potong kedua ujungnya.
• Getah okra akan keluar. Jangan dicuci.
• Rendam okra dalam segelas air. Diamkan semalam. Jangan lupa tutup gelasnya.
• Pada pagi hari, ambil okra dari dalam air dan minum airnya.
• Getah okra tersebut dapat menurunkan kadar gula darah.

 

Okra mentah lebih baik dibanding okra yang telah dimasak. Sebenarnya apa yang membuat okra bisa menyembuhkan diabetes? Sayuran berwarna hijau ini merupakan makanan rendah GI (Glycemic Index).

Semua penderita diabetes sebaiknya mengonsumsi makanan rendah GI. Nilai GI okra adalah 20.

Setelah seorang penderita terkena diabetes tipe 2, kondisi ginjal akan terpengaruh. Okra bisa menjaga ginjal terhindar dari penyakit.

Terakhir, okra adalah makanan dengan serat larut. Serat larut sangat penting bagi penderita diabetes untuk mencerna karbohidrat. Okra yang kaya serat larut akan memperlambat proses pencernaan karbohidrat dan mengurangi dampak terhadap kadar gula darah.


Beberapa model masakan olahan okra :
1. Oseng-Oseng Okra
  2. Okra Goreng Tepung

3. Bakwan Okra
4. Kripik Okra



(Dibawah ini adalah terjemahan dari google translate, jurnal penelitian lain tentang okra, 
soriii... gw males ngeditnya, mungkin kata2nya agak aneh)

Jika Anda tidak tinggal di iklim hangat selatan Amerika Serikat, Anda mungkin tidak akrab dengan okra. Juga disebut "Lady Finger" ini merupakan sayuran tahunan yang dimiliki oleh keluarga tanaman yang sama seperti kembang sepatu dan semacam tumbuhan. Hal suka sinar matahari penuh, dan dapat mencapai hingga 6 meter dengan bunga putih dan kuning yang indah yang sekitar 3 sampai 4 inci. Para polong hijau sekitar 7 inci panjang dan sebaiknya dipanen ketika mereka lembut. Mereka menjadi kayu dan datar mencicipi jika mereka dibiarkan pada tanaman terlalu lama.
Setelah okra dipanen, dapat disiapkan dalam sejumlah cara yang berbeda. Mengiris itu, dan ia melepaskan zat agar-agar saat dimasak, yang membuatnya berguna sebagai pengental dalam sup dan minuman. Ketika meninggalkan utuh, tidak akan melepaskan zat ini, dan dapat digoreng atau ditambahkan ke casserole. Okra populer di India, Creole, Cajun, Asia Tenggara, Karibia, dan masakan Timur Tengah.
Selain mencicipi besar, banyak yang disebut-sebut okra sebagai senjata besar terhadap diabetes. Tapi bisa sayuran ini benar-benar menggantikan pengobatan diabetes Anda?

Studi di Okra dan Diabetes

Tidak terlalu lama yang lalu, sejumlah email dan posting Facebook menyatakan okra bisa menstabilkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Satu hanya untuk merendam sayuran dalam air semalam dan minum air keesokan harinya. Banyak orang yang tertarik dimengerti. Bayangkan tidak harus bergantung pada insulin dan obat lain untuk menormalkan kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi.
Okra telah digunakan di beberapa budaya tradisional untuk generasi untuk membantu menstabilkan kadar gula darah. Penelitian modern juga telah melaporkan hal itu dapat memberikan beberapa manfaat bagi mereka dengan diabetes.
Dalam sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam ISRN farmasi , peneliti menguji okra pada tikus dengan diabetes. Peneliti direndam diiris polong okra dalam air dan kemudian memberikan tikus solusi melalui tabung pengisi lambung. Sebuah kelompok kontrol tidak menerima solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa okra membantu mengurangi penyerapan glukosa, yang pada gilirannya mengurangi kadar gula darah pada tikus diobati. Para peneliti mencatat bahwa okra merupakan sumber yang kaya serat dan telah digunakan secara tradisional untuk mengelola diabetes.
Dalam sebuah penelitian serupa yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacy & Bioallied Ilmu , peneliti kembali diuji okra pada tikus diabetes. Mereka menggunakan bubuk biji okra dan kulit ekstrak. Setelah sampai 28 hari mengkonsumsi ekstrak, tikus menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kadar gula darah. Kadar trigliserida mereka juga kembali normal. Para ilmuwan mencatat bahwa meskipun kedua ekstrak yang efektif, ekstrak biji menghasilkan penurunan kadar gula darah yang lebih besar. Peneliti menguji tingkat tinggi ekstrak, juga, untuk melihat apakah mereka akan aman. Mereka menemukan bahwa dosis hingga 2.000 miligram per kilogram berat tikus tidak menciptakan masalah kesehatan.

Beberapa Kekhawatiran Keselamatan

Meskipun studi ini terlihat menjanjikan, sejauh ini, kita terbatas pada penelitian pada hewan pengerat. Para peneliti belum tahu apakah manfaat ini akan ditransfer ke manusia.
Kekhawatiran lain bisa membuktikan penting. Dalam studi pertama di atas, para peneliti menemukan bahwa ketika tikus makan okra dan mengambil metformin, efek metformin hampir dibatalkan. Okra tampaknya mengganggu penyerapan hewan metformin, obat yang biasa digunakan untuk mengelola kadar gula darah. Jika Anda mengambil metformin dan Anda mengkonsumsi terlalu banyak okra, Anda mungkin bisa melihat kadar gula darah Anda merayap bukannya turun.
Beberapa orang mengklaim bahwa mengkonsumsi air okra akan membuat diabetes "pergi." Saat ini, tidak ada bukti untuk mendukung klaim tersebut. Bahkan jika studi masa depan menunjukkan bahwa okra dapat membantu mengontrol kadar gula darah, tidak ada bukti yang menunjukkan hal itu akan benar-benar menyembuhkan diabetes. Orang dengan diabetes harus terus mengawasi diet mereka, mempertahankan berat badan yang sehat, dan berolahraga secara teratur.

Okra adalah sayur Sehat

Bahkan jika okra tidak membantu mengelola kadar gula darah, ia memiliki sejumlah manfaat kesehatan:
  • sumber serat yang baik: Okra merupakan sumber serat yang baik, yang dapat membantu meringankan pencernaan, meningkatkan kadar gula darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Indeks glikemik rendah: Okra adalah pilihan yang baik untuk penderita diabetes, karena memiliki indeks glikemik rendah sekitar 20.
  • dapat membantu menurunkan kolesterol: Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Federation of Societies for Experimental Biology Amerika menemukan bahwa ekstrak okra dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Ini adalah studi pendahuluan, tetapi ekstrak mengganggu penyerapan kolesterol dan produksi.
  • sumber antioksidan: Antioksidan penting untuk mencegah penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Okra berisi sejumlah dari mereka, termasuk katekin, epicatehin, procyanidin, quercetin, dan rutin.
  • vitamin dan mineral: Seperti semua sayuran, okra merupakan sumber vitamin dan mineral. Ini termasuk vitamin A, B, C, dan K; serta mineral seng, tembaga, kalium, mangan, dan magnesium.

Langkah Positif

Jika Anda minum air okra setiap pagi? Dokter Anda mungkin tidak akan merekomendasikan jika Anda mengambil metformin. Namun, seperti semua sayuran, okra adalah tambahan positif untuk diet harian Anda. Jika hal ini membantu untuk menurunkan kadar gula darah Anda pada saat yang sama, itu seperti gula-bebas icing pada kue.

Wednesday, 19 March 2014

2 Hari 1 Malam di Malaysia (Part 2)

Lanjutan dari Part 1
Bangun pukul 05.00 waktu Kuala Lumpur. Langsung ambil wudhu, sholat Subuh trus lanjutin tidur lagi. Setengah sadar kedengeran suara adzan, gw liat jam, wah jam 6 lebih sedikit. Bujug dah... ternyata disini subuhnya jam 6 lebih. Jiaaahhh kepagian...

Selesai siap-siap, jam 9 gw checkout dari hotel. Eh iya berhubung pas waktu masuk hotel gw dimintain deposit RM 50. Pas checkout gw balikin remote AC dan TV, gw dikasih balik duit deposit gw.

Hari ini tujuan gw adalah belanja buat beli oleh-oleh trus pulang pake penerbangan terakhir AirAsia. Tujuan belanja gw adalah Jalan Petaling (Chinatown/Petaling Street) dan Central Market/Pasar Seni.

Dari hotel, gw jalan kaki ke halte Ain Arabia/HSBC. Naik bus GoKL yang warna purple (ungu). Turun di Petaling, trus jalan kaki sedikit. Gw celingak-celinguk, kok banyak yang tutup.. Wah ternyata gw kepagian, ya akhirnya nongkrong dulu cari makan. tetep lah kalo makan cari rumah makan India, Halal dan murah.













Menu sarapan gw kali ini, roti canai minumnya tetep, tea-o-ais. Sudah pada tau roti canai kan? Ya gitu deh, roti kaya kulitnya kebab trus dikasih kuah kari atau semacam kuah yang ada dimasakan padang. Lumayan buat pengganjal perut dan harganya RM 2.10 murah meriah bro. banyak juga orang-orang yang kliatannya mo berangkat kerja mampir disitu.

Kenyang... trus lanjut ke Jalan Petaling lagi, sasaran gw sih beli kaos gambar menara Petronas atau  yang ada tulisan Malaysia nya. Setelah keliling-keliling akhirnya ada pakcik-pakcik nawarin kaos, ukuran kecil RM 5, ukuran all size kena RM 6. Dasarnya gw nya ga bisa nawar, yah dapetnya segitu-gitu acan. Orang jual barang-barang kw/tiruan banyak disini, arloji GShock, hp Samsung tiruan.. banyak dah, intinya tetep waspada.














Gantungan kunci, disini harganya dibandrol RM 5 / set. 1 set isi 6 pcs. Gw akhirnya beli 3 set alias 18 pcs, yah lumayan lah buat dibagi-bagi ma temen-temen. Ini emang penyakitnya orang-orang kita, semakin banyak yang tau kita mo pergi keluar negri, semakin banyak lah yang minta oleh-oleh. Niat backpacker buat menghemat anggaran bisa jadi gagal kalo caranya begini. Semuanya dihitung amal sodakoh.. yaa sudah mo gimana lagi, namanya budaya... ngikut dah.

Muter-muter mulu kehausan nih, gw mampir ke tempat orang jual minuman. Gw baca papan namanya AIR MATA KUCING, wah sangar nih namanya, kebayang kucing-kucing dianiaya trus airmatanya dibikin minuman pake es batu. Jegerrrrr...!!!













Woww.. ternyata cuman namanya doang sangar, rasanya seperti es cao atau orang Surabaya biasa bilang es janggelan. Tapi seger bener, berasa dingin di tenggorokan. Apalagi siang-siang di Kuala Lumpur suhunya panas bener. Harga 1 bungkus RM 1.80 kalo tak pakai es batu RM 2.30.

Lanjut beli camilan, yang terkenal di sini adalah buah berangan atau chestnut. Ini semacam biji-bijian. Entah biji durian/pongge atau biji nangka/beton gw ga tau pastinya. Yang jelas mirip.

  













Buah berangan ini di sangrai di dalam tong dengan biji kopi atau semacam rempah-rempah gitu, gw juga ga paham. Tp baunya wangi-wangi kopi gitu. Harganya RM 5 untuk 350gr, atau RM 7 untuk 500gr. gw beli RM 5 aja. Whuaa... Anjrit..!! Ternyata masih panas sodara-sodara...  Fyi, kalo lu mo beli buah berangan sebetulnya di jalan alor pun ada, tapi lebih murah kalo beli di Petaling.

Lanjutin jalan ke Central Market/Pasar Seni. Disini tempatnya orang beli-beli souvenir. Kalo gw bandingin sih, harganya lebih mahal dari Petaling.












Disini gw cuman jalan-jalan doang, muter-muter, habis itu balik lagi ke halte bus di dekat Petaling. Naik bis GoKL ke Terminal Pudu Raya, terminal ini tujuan bermula dan berakhirnya bus GoKL Purple.. Turun di terminal Pudu Raya, gw cuman oper ke GoKL purple yang paling depan, trus berangkat lagi. Sepanjang jalan gw liat emang budayanya beda dengan Indonesia, jalanan lebih bersih dan lebih rapi. 

Seperti yang gw bilang di tulisan gw yang pertama (Part 1) bis ini melewati KL Tower, cuman gw sudah capek banget trus juga dari halte masih jalan kaki lumayan jauh. ya akhirnya gw cuman lewatin doang. Liat dari bis sudah cukup lah.
KL Tower (Wikipedia)



















Sebetulnya tujuan gw mo ke KL Sentral, trus balik ke LCCT pulang. cuman karena gw  pengen ngrasain monorail lagi ya akhirnya gw naik GoKL turun di Bukit Bintang, jalan kaki sedikit ke Bukit Bintang Monorail Stesen. Naik monorail turun di KL Sentral.

Kalo kemarin pas tiba dari LCCT ke KL Sentral gw naik AEROBUS, kali ini gw ogah naik bus. Coz gw pikir sih, sudah biasa. Nah gw kepikiran mau coba kereta api cepat KLIA Transit. Sebenernya sih, tujuan kereta api ini adalah ke terminal KLIA, berhubung pesawat gw AirAsia pake LCCT, bisa naik KLIA Transit turun di Salak Tinggi, trus naik shuttle bus ke LCCT. Nah lagi-lagi ini hebatnya Malaysia, tiketnya beli di KL Sentral itu sudah termasuk KLIA Transit+Bus LCCT. Terintegrasi.. Mantap!















KLIA Transit (wikipedia)
















Dalamnya bersih, interiornya lega. kecepatannya mantap. Ayunan suspensinya juga lembut, ga bikin loncat-loncat.












Perjalanan ke salak tinggi sekitar 30 menitan kali, gw ga perhatiin jam soalnya. Lewat Bandar Tasik Selatan trus Cyberjaya/Putrajaya. Dikiri kanan terhampar kebun kelapa sawit. Turun di Salak Tinggi sudah menunggu bis yang akan mengantar ke LCCT. Disepanjang perjalan naik bus ini pemandangan sama juga, kebun kelapa sawit, eh melewati sirkuit Sepang juga. Ternyata ga jauh dari LCCT posisinya.
Yang bisa gw bilang, Intinya kalo dari KL Sentral - LCCT, mending naik KLIA Transit daripada bus. Ya meskipun naik bus lagi di Salak Tinggi Stesen, setidaknya ga lama-lama jenuh. Trus waktunya bisa lebih cepat. Lebih mahal dari AEROBUS. Tarif KLIA Transit+Bus = RM 12.50

Nyampe di LCCT perut laper lagi, cari makan disini mahal bener. Air mineral ukuran 600ml harganya RM 3, Roti Canai yang di Petaling RM 2.10 sudah termasuk minum, disini jadi RM 12 belom minum . Akhirnya gw liat papan petunjuk Food Court (bahasa malay nya Medan Selera). Gw ikutin aja petunjuknya trus lurus keluar LCCT melewati tempat parkir bus dan taksi. Ah sialan, Makanan favorit gw dah habis.. tau kan? yaaa betul.. NASI LEMAK... terpaksa ganti menu lain, Nasi goreng kampong, ya mirip nasi goreng di Indonesia sih, cuma ga pake saus tomat, jadi warnanya kecoklatan biasa. yang berasa beda adalah, ada campuran ikan Bilis. Ikannya kecil-kecil, mirip ikan teri. Rasanya gurih nian.. ga rugi bayar RM 6.40.

Demikian reportase saya, kalo ada kurangnya mohon dimaafkan, kalo ada lebihnya mohon dikembalikan. hehehee

Sampai jumpa di reportase travelling berikutnya.. See U..!!!

Yang belom baca part 1, klik disini

Monday, 17 March 2014

2 Hari 1 Malam di Malaysia (Part 1)

Awal mula, gw dapat tiket promo AirAsia, Surabaya - Kuala lumpur PP = 390rb. Meski penerbangannya 8 bulan kemudian gpp lah.. asal bisa backpackeran. Bener-bener dah.,. Now, everyone can fly...
Gw berangkat hari Senin 10 maret 2014, pagi jam 05.40 (penerbangan pertama). Setelah 3 jam, pesawat mendarat di terminal LCCT Kuala Lumpur, jauh dari bayangan gw, terminalnya sederhana banget, diadu sama Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya pun masih jauh. 






Turun dari pesawat, langsung antri di imigrasi. Ditanya-tanyain, tujuan kemana, ada perlu apa, sama siapa.. ya standarlah pertanyaan imigrasi.

Lolos dari jeratan petugas imigrasi (jiah jeratan, berasa kena cukong trafficking :P), gw turun kebawah, tujuan gw mo ganti kartu hp. Gw ganti operator pake DIGI. Kalo buat gw sih murah.. Gw bayar RM 21 (RM 1 = RP 3600). Dapat pulsa bicara & sms RM 16, trus free internet 3 hari. cukup laaah.. baru gw tau setelah call keluarga dirumah, ternyata biayanya murah banget sekali call (1 menitan) kena 30 sen. Keren abis nih kartu.


















Saatnya cari angkutan menuju KL Sentral Kuala Lumpur, dari hasil browsing di internet, yang paling murah adalah naik AEROBUS, RM 8 sampai ke KL Sentral. Bisnya lumayan, warna kuning mencolok.
Jarak sekitar 40-50KM ditempuh sekitar 1 jam. Jalanannya bagus bro, lebar dan mulus. ga seperti di Indonesia kl pas musim hujan, berasa lewat kawah gunung bromo,wtf. Disekeliling ga ada bagusnya buat diceritain... cuman kebun kelapa sawit doang.





Sampai di KL Sentral tengah hari, gw langsung lanjut ke Genting. dilantai bawah KL Sentral gw langsung beli tiket bus GoGenting. Sesuai yang gw dapet dari browsing di internet, gw langsung beli tiket PP, biar di Genting ga pake antri lagi. Wow ternyata bisnya OK  loh.. pake SCANIA, tarikannya maknyusss.. seatnya nyaman banget, berasa naik bus eksekutif.














Sampai di Genting trus langsung naik gondola, tiketnya sudah temasuk tiket bus tadi.
Tinggi banget, kalo sampe jatuh dah ditungguin malaikat isroil kali tuh dibawah.. hiii....
Jaraknya lumayan, sekitar 3 - 4 KM, melintasi bukit-bukit hutan tropis. Kalo dipake jalan kaki mungkin seharian. Kalo misalkan naik mobil paling-paling bisa 2 jam kali. So, angkat jempol buat Pemerintah Diraja Malaysia.













Jadi kepikiran, kalo Gunung Bromo, melintasi laut pasir dikasih gondola kaya beginian, wuuaahhh lebih keren pastinya..
Habis muter-muter di Genting, capek. balik lagi ke Kuala lumpur. Naik bis GoGenting lagi, tapi ampun dah, kali ini sopir bisnya ugal-ugalan.. full speed, mana turun bukit lagi.. Gw yang duduk di bangku paling belakang berasa dikocok-kocok (jiaah dikocok, emang apaan?? :P).

Kalo yang di Jawa Timur pasti tahu lah bis SK (Surabaya-Jogja/Semarang), atau yang di Jawa Tengah, tahu lah sama bis R*la (Purwodadi-Solo). Ini mungkin pak sopirnya satu angkatan sama mereka or jangan-jangan mantan sopir disini trus jadi TKI di Malay, ah bodo amat dah. Mata gw pokoknya merem ajah, dari pada muntah malah bikin bete, mana ga bawa kantong plastik... alamaak jang...

Nyampe di KL Sentral, berhubung hotel gw di kawasan Bukit Bintang, gw naik monorail. Monorail Stesennya ada di seberang KL Sentral, jadi habis turun bus, jalan terus keluar gedung.. ikutin orang-orang dah.. mereka banyak yang mo naik monorail.













Baru kali ini gw naik monorail, excited beud, goyang-goyang kaya naik odong-odong brooo, trus juga didalem bersih banget, ga ada sampah berceceran. Seandainya di Surabaya ada monorail.. mantap bener dah.. Menghubungkan Bandara Juanda - Terminal Purabaya - Terminal Joyoboyo - Pelabuhan Tanjung Perak - Terminal Osowilangun. Waduuh... Keeerennn. Tar brooo, tunggu tahun 2040, gw jadi presiden dulu.













Turun di Stesen Bukit Bintang, jalan kaki sebentar, sampalah ke hotel yg gw pesen. Sabrina Golden Palace Hotel. Masuk hotel ini rasanya aneh, musti masuk lorong kecil tangga ke lantai 2, dilantai 1 dibuat tempat pijat refleksologi tau apalah.. gw ga minat blas.. ternyata emang dikawasn Bukit Bintang ini, kebanyakan hotel modelnya begitu. Yah namanya hotel kelas backpacker. 

Nyampe di meja resepsionis, ternyata resepsionisnya orang India ga bisa bahasa melayu, waduh... macam mana pula ni Pakcik.. tak boleh cakap malay??? Sepertinya di Malaysia perlu pendidikan kewarganegaraan atau PPKn deh. Masa bahasa nasionalnya sendiri ga bisa. Kebayang kan kalo lu mo nginap di hotel di pulau Madura trus resepsionisnya ga bisa bahasa Indonesia, bisanya cuman bahasa Madura sama Inggris, Jiiaaahhh.. Tapi ya sudah lah, pake bahasa inggris versi ilmu laduni saja.. sambil inget-inget pelajaran bahasa inggris pas jaman SMP-SMA dulu.. Fiuhh.. untungnya bahasa inggrisnya masih sama kaya dulu.. :P
Gw sodorin form hasil booking lewat www.pesankamar.com ternyata aman-aman saja, klir... tidak ada masalah (terima kasih pak Gabriel Michael, bosnya pesankamar.com). Langsung masuk kekamar. Menurut gw sih lumayan untuk kelas RM 92, kamar mandi didalam pake shower, toilet, AC dan TV, cuman agak sempit memang.

Malemnya gw jalan-jalan ke KLCC/Petronas Twin Tower. Dari hotel gw jalan kaki ke Ain Arabia (halte bus dekat gedung HSBC). disitu nungguin bis GoKL, istimewanya, ini bis gratis buat keliling KL sampe puas, biar lebih dramatis gw ulangi lagi, GRATISSS...!! Bis GoKL ini ada 2 rute, rute 1 Green, menuju ke KLCC/menara Petronas. Rute 2 Purple, menuju ke Petaling/Pasar seni sampe KL Tower. Lagi-lagi bikin sesek dada ni.. kapan ada ya di Indonesia fasilitas kaya begini...???














Nyampe di Menara Petronas sudah ramai orang poto-poto. lampunya Petronas yang bling-bling bikin berdecak kagum, orang-orang pada poto-poto pake kamera hp, pocket sampe DSLR sambil berguling-gulingan di lantai.. buset dah.. pada mo poto tapi malah kaya belajar berenang...
Tapi gw pikir-pikir, sayang juga sudah jauh-jauh ke Kuala Lumpur ga poto-poto. Akhirnya dengan perasaan super duper narsis tingkat dewa, gw pun ikut-ikutan nungging cari angle buat poto.. Ah bodo-bodo amat dah..Hehehee....













Puas narsis-narsis di Petronas Twin Tower, gw balik naik GoKL Green ke Bukit Bintang. Tujuan gw cari makan di Alor Street (Jalan Alor), deket hotel, sekitar 300 meter kali. Kalo ke KL mah, Jalan Alor ini destinasi yang wajib dikunjungi, sorganya kuliner. Puas-puasin dah.. harganya juga relatif ga terlalu mahal.. Kaum Backpacker biasanya ngumpulnya disini. Semakin malam semakin rame, ada live music juga.. Hanya satu kata dari gw.. Kereennn..












Kiri kanan isinya orang jualan makanan dan minuman, kebanyakan chinese food. Jadi kalo mau cari makanan Halal musti hati-hati.. waspadai PORK alias Babi..
Gw cari makanan aman ajah, masuk ke rumah makan India muslim, dijamin halal dan murah meriah.













Menu Favorit gw, nasi lemak. Minumnya es teh manis, kalo bahasa melayunya tea-o-ais. Kena RM 6.30. sudah kenyang. O iya, beli air minum kemasan RM 1, trus balik ke hotel, Tidur. Bersiap untuk jalan-jalan esok hari.

Capek gw cerita terus.. besok gw bikinin cerita part ke-2, yang pas gw belanja ke Petaling Street, Central Market trus naik kereta KLIA Transit.. See U..!

Klik untuk Lanjutan Part 2 >>