Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Friday, 18 January 2013

6 hal yang harus diketahui saat pertama kali naik pesawat


Jakarta - Bagi beberapa orang, traveling dengan pesawat terbang adalah suatu hal yang baru. Jika Anda termasuk di dalamnya, ada baiknya membaca 6 hal penting berikut ini.

Naik pesawat, rasanya berbeda dengan naik kereta atau kapal laut. Prosedur dan aturan yang berbeda, membuat persiapan naik pesawat tidak sama dengan moda transportasi lainnya. 

Disusun detikTravel, Kamis (13/12/2012) inilah 6 hal yang harus diketahui saat pertama kali naik pesawat.

1. Datang 2 jam sebelum keberangkatan

Jangan coba-coba datang terlambat ke bandara. Anda pasti ditinggal pesawat. Biasakan untuk datang ke bandara 2 jam sebelum waktu keberangkatan yang tertera dalam tiket pesawat.

Sebabnya, banyak hal yang harus ditempuh mulai dari pemeriksaan keamanan, check in, sampai berjalan ke ruang boarding yang cukup makan waktu. Di Bandara Soekarno-Hatta dengan 3 terminal, mencari terminal keberangkatan sesuai nama maskapai pun makan waktu untuk yang baru pertama kali ke sana.

Banyak traveler yang datang mepet-mepet waktu keberangkatan. Namun akibatnya mereka jadi terburu-buru. Mereka yang ingin datang dengan aman, bahkan memilih datang ke bandara 3 jam sebelum jadwal keberangkatan.

2. Pemeriksaan keamanan

Hal paling penting di bandara adalah pemeriksaan keamanan yang biasanya berlangsung sampai 2 kali. Saat masuk ke dalam bandara untuk check in, Anda harus melalui metal detector dan koper Anda harus melalui mesin sinar X. Terkadang, Anda diminta melepas semua logam dari tubuh, mulai dari arloji, ponsel, sampai uang koin. Semua dimasukan ke nampan khusus.

Jangan nekat membawa senjata tajam atau bahan yang mudah terbakar. Mereka yang membawa barang terlarang seperti narkoba atau bom, dijamin langsung berurusan dengan pihak berwajib.

Pemeriksaan keamanan yang kedua adalah menjelang masuk ke ruang tunggu sebelum naik ke pesawat. Lagi-lagi ada metal detektor dan pemeriksaan barang bawaan. Biasanya pemeriksaan kedua fokus pada benda cair yang Anda bawa. Jangan membawa benda cair melebihi 100 ml, misalnya parfum atau deodoran. Air mineral yang Anda bawa kerap diambil petugas.

3. Check in

Anda tidak bisa masuk pesawat tanpa melakukan check in. Ini adalah prosedur resmi dimana pihak maskapai mencatat setiap penumpang yang datang ke dalam data manifes penerbangan. Carilah loket check in sesuai nama maskapai Anda, lantas antrelah dengan tertib sampai tiba giliran Anda.

Anda akan dimintai tiket atau print out tiket elektronik. Anda juga dimintai tanda bukti identitas diri seperti KTP atau paspor untuk yang mau terbang ke luar negeri. Bagasi Anda juga akan ditimbang di sini, sesuai batas atau malah overweight alias kelebihan beban. Untuk hal yang kedua, terkadang Anda harus membayar ongkos tambahan atau merayu-rayu petugas check in.

Dalam proses check in, setiap penumpang akan diberikan boarding pass sebagai tanda bisa masuk ke dalam pesawat dan nomor tempat duduk. Anda juga bisa memesan mau duduk di sebelah mana. Pada maskapai full service, proses check in ini juga menentukan apakah Anda bisa masuk pesawat duluan karena naik di kelas bisnis, atau karena sakit, hamil, tua, atau membawa anak-anak.

Setelah itu jangan lupa membayar airport tax Rp 40.000 per orang untuk penerbangan domestik dan Rp 150.000 per orang untuk penerbangan internasional di Bandara Soekarno Hatta. Airport tax ini biasanya lebih murah lagi pada bandara lain. Saat ini untuk maskapai Garuda Indonesia, airport tax sudah digabungkan dengan harga tiket.

4. Imigrasi

Untuk mereka yang akan terbang ke luar negeri, tahapan selanjutnya adalah proses imigrasi. Anda akan kembali menghadapi loket-loket dan diminta mengantre dengan tertib. Proses imigrasi dilakukan satu persatu kecuali Anda membawa anak kecil.

Anda tidak boleh berdiri dekat loket saat mengantre. Perhatikan garis kuning di lantai. Berdirilah di garis kuning, sambil menunggu orang di depan Anda selesai melakukan proses imigrasi.

Saat imigrasi, data paspor Anda akan disalin petugas, bisa discan atau lembar data paspor biometrik Anda digesek petugas. Sekali gesek, muncullah semua data Anda di layar komputer. Petugas imigrasi mencocokan foto paspor dan wajah Anda. Selanjutnya mereka akan memberikan cap stempel keberangkatan pada buku paspor Anda.

5. Boarding

Perhatikan betul boarding pass Anda. Di situ ada petunjuk ruang mana dan gate mana Anda harus menunggu pesawat. Perhatikan juga jam boarding dan jam terbang pesawat. Menunggulah di ruang boarding bersama para penumpang lainnya. Jangan salah ruang tunggu ya, tanyakan petugas dan tunjukan boarding pass Anda.

Jika waktu boarding masih lama, penumpang yang sudah check in biasanya memilih jalan-jalan di dalam bandara. Mereka melihat-lihat aneka toko, atau mungkin menyempatkan minum kopi dan sebagainya. Hal ini sah-sah saja dilakukan, tapi sekali lagi, perhatikan jam keberangkatan pesawat.

6. Duduk di pesawat

Panggilan untuk naik pesawat pun tiba. Para penumpang di ruang boarding siap-siap mengantre naik pesawat. Yang naik duluan adalah penumpang kelas bisnis dan penumpang prioritas seperti manula, orang sakit atau yang membawa anak-anak.

Anda masuk ke pesawat bisa dengan belalai, turun ke landasan kemudian naik tangga khusus, atau naik bus terlebih dahulu jika pesawat Anda parkirnya jauh. Carilah tempat duduk Anda sesuai nomor pada boarding pass. Letakan ransel atau tas tenteng Anda di kompartemen di atas tempat duduk. Jangan kebanyakan membawa barang atau meletakan barang asal-asalan, atau Anda dicibir penumpang lain.

Jika kompartemen penuh, carilah yang kosong di dekat tempat duduk Anda, atau taruh di kolong tempat duduk di depan Anda. Biasakan untuk langsung memakai sabuk pengaman dan, ini yang paling penting, segera matikan ponsel Anda. Duduklah yang rileks dan perhatikan petunjuk keselamatan penerbangan yang diperagakan pramugari. Anda pun siap mengudara!

A Sampai Z Soal Koper di Pesawat

 Jakarta - Koper adalah benda penting saat berpergian dengan pesawat terbang. Banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari kualitas koper, keamanan sampai menghemat biaya bagasi.

Di dalam koper ada barang-barang berharga atau barang kesayangan Anda. Untuk itu, koper harus Anda jaga dan simpan dengan tepat selama penerbangan. Ada baiknya juga Anda menyiasati bagasi agar tidak kelebihan yang berujung biaya tambahan yang mahal untuk barang bawaan Anda.

Disusun detikTravel, Kamis (13/12/2012), berikut 7 hal penting tentang koper dan bagasi Anda:

1. Pilih koper yang bagus dan kuncilah dengan benar

Ini hal pertama yang harus Anda lakukan, cari koper yang bagus dan kunci koper Anda dengan tepat. Tak ada salahnya, Anda mengeluarkan biaya lebih untuk membeli koper yang kokoh dan gembok terbaik.

Sebelum tiba di bandara, pastikan koper Anda sudah terkunci dan periksa kembali. Hal ini untuk mencegah barang dalam koper Anda aman dari tangan-tangan usil.

2. Pisahkan barang berharga dari dalam koper

Hal yang tak kalah penting adalah memisahkan barang berharga di dalam koper. Laptop, uang, kamera, gadget dan ponsel sebaiknya Anda simpan di ransel yang Anda bawa ke kabin.

Jangan menaruh barang berharga Anda tersebut ke dalam koper yang dimasukan ke dalam bagasi. Hal ini untuk meminimalisir risiko kehilangan kalau koper Anda dibobol. Jangan lengah!

3. Tulis identitas diri di koper Anda

Mungkin, banyak traveler menggangap menulis identits diri di koper adalah hal yang sepele. Padahal, identitas diri di koper Anda akan menjadi penyelamat.

Dengan menulis nama, nomor telepon, dan alamat, akan memudahkan petugas maskapai untuk mengembalikan barang Anda jika tertinggal. Koper Anda pun tidak mudah tertukar dengan koper penumpang lainnya. Masih menganggap hal ini sepele?

4. Sebaiknya di-wrap

Di dalam bandara tersedia fasilitas untuk wrapping koper atau membungkus koper dengan plastik yang kencang. Layanan ini dapat menghindari perusakan koper Anda dari pembukaan paksa. Biasanya,

Anda dikenakan biaya Rp 25 ribu untuk membayar wrapping. Wrapping akan meminimalisir tindak pembobolan pada koper Anda. Jangan sampai kasus pembobolan yang menimpa artis Agnes Monica, terjadi pada Anda.

5. Pilih maskapai yang memberikan biaya bagasi lebih murah

Nah, kalau ini tentang mengikis biaya mahal untuk bagasi Anda. Beberapa maskapai membebankan biaya bagasi untuk penumpangnya dari berat koper yang dibawa, kalau sampai overweight.

Untuk menyiasatinya, pilih maskapai yang memberikan harga bagasi lebih murah. Jangan lupa menghitung beban tas Anda, untuk tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan.

6. Baca peraturan bagasi maskapai dengan teliti

Setelah memilih maskapai dengan biaya bagasi yang lebih murah, kini perhatikan dengan jelas peraturan tentang bagasi. Anda harus memperhatikan berapa berat maksimal untuk seorang penumpang membawa bagasi. Jika bagasi Anda terlalu banyak, cari tahu berapa biaya yang dibebankan.

7. Ada masalah koper, langsung lapor ke maskapai

Jika terjadi pembobolan, koper hilang, atau tidak terangkut pesawat, jangan menunda untuk melaporkan ke pihak maskapai. Jangan mengeluh apalagi marah-marah.

Segera cari kantor maskapai yang Anda tumpangi di bandara, ketika Anda mengetahui koper Anda telah hilang atau rusak. Setelah melaporkan, update terus perkembangannya. Terus tanyakan dan pastikan apa yang sebenarnya terjadi pada koper Anda.


Bawa Banyak Gadget Saat Traveling, Ini 5 Tipsnya


Jakarta - Banyak traveler yang tidak bisa lepas dari ponsel, laptop, kamera, atau tablet saat bepergian. Kalau Anda termasuk salah satunya, simak 5 tips ini agar tidak keteteran membawa gadget.

Dihimpun detikTravel, Senin (17/12/2012), berikut 5 tips bagi Anda yang bawa banyak gadget saat traveling;

 


1. Bawa pelindung masing-masing gadget

Tas laptop, casing ponsel dan tablet, serta tas kamera adalah beberapa di antaranya. Pelindung sangat penting agar gadget Anda tidak tergores sana-sini, serta melindungi dari benturan.

Kalau Anda berencana snorkeling, diving, dan melakukan beragam aktivitas air lainnya, bisa membawa kantung ponsel anti-air. Kantung anti-air seperti ini banyak dijual di toko-toko perlengkapan diving.

2. Simpan semua charger di tas khusus

Ini wajib hukumnya. Bawalah masing-masing charger dan simpanlah di tas khusus agar tidak berceceran. Tas ini juga bisa diisi perlengkapan gadget lain seperti handset atau headphone.

3. Powerbank

Sekarang para pengguna ponsel dipermudah dengan adanya powerbank. Pengisi daya baterai portabel ini biasanya sudah disesuaikan dengan beragam jenis ponsel. Anda bisa mengganti plug di ujung kabelnya sesuai jenis ponselnya.

Hal ini untuk menyiasati kalau sewaktu-waktu baterai ponsel Anda habis. Jangan lupa isi daya baterai powerbank saat malam, bersamaan dengan pengisian baterai gadget lainnya.

4. Bawa multicord/steker/kabel roll

Nah, ini dia yang tak kalah penting. Saat bawa banyak gadget, sebaiknya Anda bawa multicord alias steker dengan 3-5 lubang. Bisa juga ada membawa kabel roll mini dengan 3 lubang.

Hotel atau penginapan pasti tak punya banyak stopkontak, belum lagi rebutan giliran dengan teman sekamar. Dengan alat bantu tersebut, Anda bisa mengisi daya baterai 3-5 gadget sekaligus.

5. Masukkan seluruh gadget dan perlengkapan ke kabin pesawat

Saat traveling menggunakan pesawat, sebaiknya bawa seluruh gadget Anda masuk ke dalam kabin. Dengan begitu ponsel, laptop, tablet, dan kamera, akan lebih aman.

Kalau gadget dimasukkan ke dalam bagasi pesawat, kemungkinan semua gadget Anda akan terbentur sana-sini. Kemungkinan lain, koper Anda dibobol maling. Gadget Anda dijamin hilang. Tentunya Anda tak mau ada gadget yang rusak bahkan hilang sebelum mendarat di tempat tujuan kan?